Sabtu, 27 Februari 2010

BATERAI MAGNIT BERTAKHNOLOGI NANO

Tak sejalan dengan tekhnologi elektronika yang semakin berkembang, ternyata tekhnologi baterai yang disematkan pada perangkat-perangkat tersebut masih tertinggal. Hal inilah yang kemuduan membuat para ahlimencoba berbagai alternative yang dapat dijadikan sumber energi pengganti baterai yang ada sekarang.

Diantara penelitian-penelituan tersbut, muncul sebuah temuan baru yang disebut baterai spin (berputar) yang dikembangkan oleh para peneliti dari Universitas Miami, Amerika Serikat serta Universitas Tokyo dan Tohoku, Jepang. Baterai spin merupakan baterai yang dapat diisi ulang dengan menerapkan sisrem lading mangnit menjadi nano-magnit pada sebuah perangkat yang disebut ‘magnetic tunnel junction’ (MTJ)

Tekhnnologi baru ini merupakan sebuah langkah maju dimana diyakini akan menghasilkan baterai dengan lebih cepat, lebih murah dan menggunakan sedikit energi dari arus yang telah ada sebelumnya . Di masa depan baterai baru ini dapat dikembangkan untuk menghidupkan sebuah mobil atau perangkat lainnya.

Rahasia dari tekhnologi ini terletak pada penggunaan magnet nano untuk mempengaruhi kekuatan elektromotif. Sebenarnya tekhnologi ini merupakan prinsip yang sama seperti halnya baterai konvensional. Bedanya, bila pada baterai konvensional energi yang disimpan mengunakan bentuk energi kimia dimana ketika dijalankan reaksi kimia akan terjadi dan maenghasilkan energi listrik. Sedangkan tekhnologi baru ini mengkonversikan energi magnetic menjadi energi listrik tanpa adanya reaksi kimia. Arus listrik yang dibuat dalam proses ini disebut ‘arus polarisasi spin’ dan disebut sebagai tekhnologi baru dengan ‘spintronik’

Dengan menggunakan tekhnologi spintronik, energidisimpan bukan melalui reaksi kimia melainkan pada sebuah magnit. Jadi tidak ada reaksi kimia yang terjadi karena baterai spin akan membuat lading magnit yang besar. Tekhnologi ini dianggap lebih potensial disbanding tekhnologi yang pernah ditemukan sebelumnya. Bahkan menurut Barnes (salah satu diantara peneliti yang mengembangkan tekhnologi ini), mereka telah mengantisipasi efek yang ditimbulkan dengan penerapan tekhnologi ini. Hanya saja dengan tekhnologi ini, voltase yang dihasilkan menjadi seratus kali lebih besar dalam wktu puluhan menit dan menghasilkan voltase yang berbeda dalam waktu mili detik. Ini diluar dari perhitungan teoritis yang saat dipahami.

Namun setidaknya temuan baru ini dapat menjelaskan lebih jauh bagaimana cara kerja magnit dan aplikasinya dalam hal penggunaan MTJ sebagai elemen elektronik yang bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan transistor konvensional. Meski perangkat aktualnya memiliki diameter seperti halnya rambut manusia, namun energi yang disimpan secara potensial mampu menjalankan sebuah mobil sampi beberapa mil jauhnya.

Belum diketahui kapan tekhnologi baterai ini akan diterapkan pada perangkat elektronik komersial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar